Sejarah

Published: Friday, 13 September 2013

Dalam dunia kesehatan, penelitian dan pengembangan kesehatan (Litbangkes) adalah lokomotif yang membawa gerbong program pembangunan kesehatan karena data dan informasi yang dihasilkan oleh lembaga penelitian dan pengembangan kesehatan idealnya menjadi inspirasi/pedoman dalam pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan program di bidang pembangunan kesehatan berdasarkan fakta (evidence based policy). 

Balai Litbangkes Tanah Bumbu merupakan satuan kerja di bawah Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI, lahir pada tanggal 11 Agustus 1999 atas adanya kebutuhan inovasi dalam intensifikasi pemberantasan penyakit bersumber binatang. Awalnya bernama Stasiun Lapangan Pemberantasan Vektor (SLPV) Kotabaru berada di bawah binaan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, sejalan dengan kebijakan desentralisasi di kabupaten, melalui proyek bantuan Bank Pembangunan Asia (Asean Development Bank) yang memperkuat kemampuan kabupaten di sektor kesehatan, maka SLVP Kotabaru lahir melalui projek Intensified Communicable Control (ICDC-ADB). Balai Litbangkes Tanah Bumbu mengalami beberapa kali perubahan nama. Awalnya bernama SLVP Kotabaru kemudian berubah menjadi Unit Pelaksana Fungsional Penelitian Vektor Reservoir Penyakit (UPF-PVRP) dibawah binaan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoar Penyakit (B2P2VRP) Salatiga. Tahun 2003 SLVP Kotabaru bergeser ke Tanah Bumbu dengan nama Loka Litbang P2B2 Tanah Bumbu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 1406/Menkes/SK/IX/2003 tanggal 30 September 2003 tentang organisasi dan tata kerja Loka Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang, kemudian diperbaharui dengan Nomor : 894/Menkes/Per/IX/2008, tanggal 24 September 2008 dengan unggulan Penelitian Parasitik Pencernaan. Dirasakan bahwa dengan struktur organisasi setingkat Loka kurang dapat mengatasi permasalahan P2B2 yang luas dan kompleks, sehingga diperlukan adanya pengembangan organisasi dari Loka menjadi Balai. Berdasarkan kebutuhan tersebut Loka Litbang P2B2 Tanah Bumbu dikembangkan menjadi Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan tanggal 05 Mei 2011 Nomor : 920/Menkes/Per/V/2011, tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang. Pada tanggal 29 Desember 2017 telah terjadi perubahan numenklatur tugas pokok dan fungsi Balai dan Loka sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 65 tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Litbangkes maka Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu berubah nama menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balai Litbangkes) Tanah Bumbu dengan unggulan pengendalian Faschiolopsis buski.

Balai Litbangkes Tanah Bumbu mempunyai tugas pokok dan fungsi utama melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan kesehatan di wilayah regional Kalimantan (Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara sedangkan Kalimantan Barat masuk wilayah kerja Balai Litbangkes Banjarnegara) guna menghasilkan policy option bagi stake holder terkait.

Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi

Published: Friday, 13 September 2013

KEDUDUKAN

Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Tanah Bumbu adalah Unit pelaksana Teknis di linkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

TUGAS  POKOK DAN FUNGSI

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2017 tentang organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Balai Litbangkes Tanah Bumbu adalah merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan yang termasuk dalam  klasifikasi Balai Litbangkes kelas II.

Balai Litbangkes Tanah Bumbu mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan kesehatan di wilayah regional Kalimantan. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Balai Litbangkes Tanah Bumbu menyelenggarakan fungsi yang merupakan penjabaran dari tugas pokok diatas, yaitu : 

1.Penyusunan rencana, program dan anggaran kegiatan penelitian dan pengembangan kesehatan;

2.Pelaksanaan penelitian dan kajian di bidang kesehatanndan keunggulan tertentu;

3.Pelaksanaan pengembangan metode, model, dan teknologi di bidang kesehatan dan keunggulan tertentu;

4.Pengelolaan sarana penelitian dan pengembangan kesehatan;

5.Pelaksanaan penelitian dan pengembangan berbasis pelayanan;

6.Pelaksanaan diseminasi, publikasi, dan advokasi hasil-hasil penelitian dan pengembangan kesehatan;

7.Pelaksanaan kerjasama dan jaringan informasi penelitian dan pengembangan kesehatan;

8.Pelaksanaan bimbingan teknis penelitian dan pengembangan kesehatan;

9.Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan; dan

10.Pelaksanaan ketatausahaan Balai.

 

Tujuan dan Sasaran

Published: Friday, 13 September 2013

TUJUAN

Mengidentifikasi daerah endemis malaria dan P2B2 lainnya terutama penyakit parasitik pencernaan dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinnya peningkatan kasus sehingga dapat dikethui intervensiyang tepat untuk pengendalian.

SASARAN

Sasaran dari kegiatan Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu adalah daerah yang mempunyai masalah P2B2, dalam jangkauan wilayah regional Kalimantan.

 

Rencana Stratejik

Published: Friday, 13 September 2013

VISI

Sebagai pusat penelitian dan pengembangan pencegahan dan pengendalian penyakit bersumber binatang (P2B2).

MISI

Melaksanakan penelitian dan pengembangan pencegahan dan pengendalian penyakit bersumber binatang, dengan unggulan penelitian parasitik pencernaan serta melaksanakan pengembangan institusi, meningkatkan jaringan kerjasama lintas program dan lintas sektor.

STRATEGI

1. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan sesuai metode ilmiah, kaidah etika dan peraturan yang berlaku serta berlandaskan azas kemitraan
2. Pengadaan dan pengembangan SDM penelitian dan pengembangan sesuai dengan analisis kebutuhan
3. Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana melalui pemanfaatan yang tersedia dan pengadaan yang baru
4. Peningkatan jaringan kerjasama dengan peran pakar dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan, peningkatan kerjasama dengan Pemerintah Daerah, Pergguruan Tinggi, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Swasta dan LSM serta lintas sektor lainnya.

 

Kebijakan dan Program

Published: Friday, 13 September 2013

KEBIJAKAN

1. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan mengacu kepada agenda prioritas penelitian dan pengembangan kesehatan dan program P2B2 serta berdasrkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai metode ilmiah serta kaidah etika
2. Pelakssanaan penelitian dan pengembangan memperhatikan komitmen global dan nasional berupa pemberlakuan desentralisasi
3. Identifikasi dan perumusan masalah penelitian dan pengembangan diintegrasikan antar Badana Litbangkes dengan Ditjen P2M-PL, Pemda dan LSM
4. Penelitian dan Pengembangan diarahkan untuk menghasilkan masukan bagi perumusan kebijakan, penciptaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna
5. Penelitian dan pengembangan dilaksanakan melalui koordinasi dan sinergisme untuk meningkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan kesehatan nasional
6. Pengembangan dilakukan dengan memanfaatkan pakar dari intern Badan Litbangkes
7. Pemanfaatan pelayanan sumber dana hibah

PROGRAM

Pengembangan program ditujukan bagi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sesuai yang tercantum dalam SK Menkes Nomor 1406/MENKES/SK/IX/2003 serta pengembangan peran yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi Regional. Secara garis besar, program Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu adalah sebagi berikut :

1. Program penelitian dan pengembangan
2. Program peningkatan institusi